Memilih Koleksi Busana Ramadhan dan Idul Fitri di KAMI EIDScapade 2018

Dimas Wahyu 2018-05-18

Label busana modest KAMI kembali menyelenggarakan acara tahunan untuk menampilkan koleksi khusus menyambut Ramadhan dan Idul Fitri, kali ini dengan mengusung tema KAMI EIDScapade 2018. Berlokasi di Ballroom Hotel The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place, ajang ini menjadi kelanjutan dari rangkaian KAMI EIDScapade 2018 yang bermula di Kuala Lumpur, Malaysia, awal bulan ini.

Antusiasme dari para pencinta modest fashion setiap tahunnya cukup tinggi, sehingga perlu direspon positif, demikian diungkapkan Istafiana Candarini selaku Director dan Co-Founder KAMI. KAMI menerima dukungan dari The Ritz-Carlton Jakarta yang memberikan kesempatan untuk mempersembahkan koleksi KAMI EIDscapade 2018 sekaligus menjadi pembuka dalam rangkaian Baharat Market 2018 yang berlangsung pada 16 Mei sampai 8 Juni. Walau telah ditampilkan di Kuala Lumpur, koleksi yang ditampilkan di Jakarta sedikit berbeda dari yang diperkenalkan di hadapan publik Malaysia.

Dalam kesempatan ini, KAMI mempersembahkan koleksi Raya dengan menghadirkan tiga koleksi terbaru yaitu Marra, Hanagami & Versada, serta Promenade. Koleksi Mara terinspirasi dari laut yang menjadi simbol kebesaran dan diisi busana-busana dengan palet warna hangat, namun menyegarkan.

“Laut memiliki rasa keindahan alam yang ajaib, laut itu ganas meskipun laut sangatlah indah. Laut adalah tempat dimana bahkan orang-orang terbesar menjadi rendah hati,” jelas Nadya Karina, Creative Director KAMI.

Hanagami & Versada terinspirasi dari kondisi kontras hujan di musim panas. Hanagami mencerminkan keindahan warna pastel yang memberikan efek menenangkan di awal musim semi. Sedangkan Versada menggambarkan garis-garis lebih sederhana dan sentuhan abstrak yang menyerupai hujan. Tone warna netral, potongan sederhana, kain flowy menjadi bagian elemen yang ditampilkan dalam koleksi ini, yang dapat dinilai sebagai estetika nan mutakhir.

Selain itu, ada pula koleksi Promenade yang merupakan hasil kolaborasi KAMI dengan Lace Story, sebuah studio lace dan bordir Indonesia. Bersama Lace Story, KAMI menerjemahkan ide desain dari motif print menjadi kreasi sulam bordir.

“Untuk koleksi KAMI memang kuat di ide desain motif yang biasanya dituangkan menjadi printed materials. Namun tidak hanya di situ, pada koleksi Raya kali ini, KAMI ingin memberikan sentuhan lain dari desain motif yang kita miliki. Ternyata hal ini bisa diwujudkan, dan surprisingly, hasilnya memuaskan,” ucap Nadya Karina.

Melissa selaku perwakilan dari Lace Story menjelaskan, proses pembuatan lace dan sulam bordir dari awal sampai akhir, termasuk sketching, penganyaman, quality control, pewarnaan, dan penyelesaian sulam manual sepenuhnya ditangani oleh Lace Story. Melissa dan tim Lace Story percaya bahwa kunci dan kesuksesan produk sulam bordir berkualitas dan kreasi orisinil dimulai dari penanganan produksi yang dilengkapi dengan pengawasan dan penyelesaian manual dari pengrajin.