Peminat Operasi Plastik di Korea Selatan Meningkat Drastis Selama Pandemi, Ini Alasannya

Rerre Adysti 2021-01-06

Berdiam diri di rumah dan bepergian sambil mengenakan masker, rupanya menjadi berkah tersendiri bagi warga Korea Selatan, khususnya yang berencana melakukan operasi plastik.

Gangnam Unni, online platform khusus operasi plastik terbesar di Korea Selatan baru-baru ini merilis data yang menyebutkan angka tindakan operasi plastik di negeri ginseng itu senilai $10,7 miliar di tahun 2020 atau naik sekitar 9,2% dari tahun sebelumnya. Angka ini diprediksi akan kembali naik hingga $11 miliar di tahun 2021.

Gangnam Unni sendiri mencatat peningkatan pengguna sebesar 63% dari 2,6 juta pengguna tahun lalu. Permintaan konseling operasi plastik di Gangnam Unni sepanjang tahun 2020 tercatat sebanyak satu juta sesi atau dua kali lebih banyak dari tahun sebelumnya. Padahal pihak Gangnam Unni mengaku kesulitan mempromosikan layanan operasi plastik kepada klien asing selama pandemi, tetapi angka penggunanya tetap saja tinggi walau terbatas di kalangan lokal.

Park Cheol-woo, dokter bedah di WooAhin Plastic Surgery Clinic mengungkapkan, kebanyakan warga Korea Selatan memilih tindakan operasi di area wajah yang mudah disembunyikan dengan masker, seperti bibir dan hidung. Namun, angka operasi plastik untuk area wajah yang tidak tertutup masker pun mengalami peningkatan.

“Tindakan bedah maupun non-bedah di sekitar mata, alis, jembatan hidung, dan dahi – di mana area ini tidak tertutup masker – juga mengalami peningkatan,” ungkap Park Cheol-woo, seperti dikutip dari Reuters.

Sementara itu, Shin Sang-ho, dokter bedah yang mengelola Krismas Plastic Surgery Clinic di distrik Gangnam menyebutkan, banyak warga setempat yang menggunakan bantuan dana dari pemerintah untuk melakukan perawatan kecantikan di rumah sakit dan klinik.

“Saya lihat, ini seperti ‘balas dendam’. Mereka meluapkan emosi (akibat pandemi) dengan cara melakukan prosedur bedah kosmetik,” ujarnya.

Saat ini, pandemi COVID-19 di Korea Selatan telah memasuki gelombang ketiga dengan 1.020 kasus baru pada Senin (4/1) lalu. Di hari yang sama, Korea Selatan juga mencatat adanya 10 pasien virus baru yang pertama kali diidentifikasi di Inggris. Diberitakan laman Asia Times, saat ini pemerintah kota Seoul tengah memberlakukan aturan social distancing level 2,5 hingga 17 Januari mendatang.

(Foto: Reuters/Kim Hong-ji)