H&M Daur Ulang Pakaian Lama Menjadi Baru dengan Mesin Canggih Looop

Rerre Adysti 2020-10-27

Tengok sejenak isi lemari pakaian Anda. Ada berapa banyak pakaian yang sudah tidak dipakai? Sebagian orang biasanya mendonasikan pakaian yang sudah tidak dipakai, ada pula yang menjualnya di garage sale atau melalui situs jual-beli online. Lalu, bagaimana dengan pakaian yang sudah tidak layak pakai dan berakhir di tempat sampah?

Sampah pakaian menyumbang persoalan yang sama besarnya seperti jenis sampah lainnya, hingga akhirnya menjadi ancaman bagi lingkungan. Inilah yang mendorong H&M untuk berinovasi dalam memproduksi teknologi ramah lingkungan yang mampu mengurangi sampah garmen.

Untuk melakukannya, H&M menggunakan Looop, sistem daur ulang yang mampu mengubah pakaian lama menjadi baru hanya dalam delapan tahap. Looop akan menghancurkan pakaian lama dan memintalnya hingga menjadi serat kain yang baru.

Tidak hanya praktis, proses kerja Looop juga ramah lingkungan, karena tidak perlu menambahkan air atau pewarna. Satu-satunya elemen yang perlu ditambahkan hanyalah material khusus untuk memperkuat serat kain. Tahapan ini perlu dilakukan, karena saat pakaian lama dihancurkan, serat kainnya akan menjadi lebih pendek, sehingga dibutuhkan proses khusus untuk membuat hasil jadinya lebih tahan lama.

Mesin Looop yang dapat ditemukan di Swedia (Sumber: H&M)

Berikut ini delapan tahapan mendaur ulang pakaian bekas menjadi baru dengan mesin Looop:

1. Cleaning: Pakaian akan disemprot dengan ozone untuk mengangkat berbagai kotoran dan mikroorganisme.

2. Shredding: Pakaian dihancurkan hingga menjadi serpihan serat kain.

3. Filtering: Serpihan serat kain kemudian difilter untuk mengangkat kotoran, serta ditambahkan material untuk penguat serat kain.

4. Carding: Serat kain yang sudah dibersihkan kemudian diluruskan hingga menjadi jaringan serat.

5. Drawing: Serat kain digabungkan satu sama lain untuk menghasilkan serat yang lebih tebal dan kuat.

6. Spinning: Serat kain dipintal hingga menjadi benang.

7. Twisting: Beberapa pintalan benang digabungkan agar lebih kuat.

8. Knitting: Benang kemudian dirajut menjadi pakaian baru.

Hasil daur ulang dengan mesin Looop (Sumber: H&M)

Teknologi Looop dikembangkan oleh Hong Kong Research Institute of Textiles and Apparel (HKRITA) yang berkolaborasi dengan H&M Foundation. Saat ini, Looop dapat ditemukan di Drottninggatan 56, Stockholm, Swedia. Sejauh ini, Looop masih menjadi satu-satunya mesin daur ulang garmen in-store di dunia, tetapi HKRITA siap menyebarkan teknologi ini hingga dapat digunakan secara lebih luas. Hal ini penting dilakukan agar brand lain dapat menikmati kecanggihan teknologi Looop yang nantinya akan mendorong proses daur ulang pakaian lebih banyak lagi, demi lingkungan yang lebih terjaga.

Peluncuran Looop tidak sekadar menjadi ajang pamer teknologi masa depan di industri fashion. Looop juga menunjukkan bahwa semua pakaian dapat didaur ulang dan diberikan “nyawa kedua”, sehingga tidak akan berakhir di tempat sampah. Looop juga melengkapi komitmen H&M dalam industri fashion ramah lingkungan, mengiringi program pengumpulan pakaian bekas sejak 2013. Dalam program ini, Anda dapat mendaur ulang pakaian atau kain lama dari berbagai merek di toko H&M. Kehadiran Looop membuat program ini menjadi lebih praktis.

(Foto: dok. H&M)