Succesful Aging, Konsep Penuaan yang Jauh dari Makna Penuaan Konvensional

Dimas Wahyu 2020-02-17

Apa yang muncul di benak saat membaca atau mendengar kata aging atau penuaan? Kulit keriput, kulit lesu, rambut putih, stamina menurun, sakit kronis, dan lain-lain. Bila kita mengunjungi lorong skincare di pusat perbelanjaan, kebanyakan produk menjual pesan anti-aging, dari krim muka sampai masker.

Tentu tidak salah untuk mengonsumsi produk-produk anti-aging, lagipula keuntungan dari rutinitas skincare memang sudah terbukti ampuh membuat kulit lebih sehat. Namun, penuaan tak sekedar kesehatan atau penampilan kulit muka saja, ternyata terdapat konsep bernama successful aging yang bermakna lebih dari penampilan saja.

Successful aging atau penuaan sukses merupakan konsep yang diusung pada1987 oleh John Rowe dan Robert Kahn, yang berarti penghindaran penyakit dan disabilitas, pemeliharaan aktivitas fisik dan kognitif, serta keterikatan sosial dan aktivitas produktif pada saat lanjut usia. Lawan dari successful aging yakni usual aging, di mana fungsi fisik dan kognitif seseorang menurun.

Namun, kondisi fisik seseorang belum tentu menggambarkan seseorang yang telah sukses menua. Agak sulit apabila seseorang harus berada dalam kondisi fisik 100% sampai ia lanjut usia. Menurut Robert Havighurst, profesor pendidikan dari University of Chicago, konsep paling sederhana dari successful aging ialah kepuasan seseorang terhadap kehidupan masa lalu dan sekarang. Ditambah beberapa komponen, seperti semangat, kebulatan hati dan ketabahan, kebahagiaan, hubungan antara keinginan dan pencapaian, konsep diri, moral, suasana hati, fungsi diri dalam lingkungan sosial, interaksi positif dengan orang lain, dan kesejahteraan diri.

Pada tahun 1990, psikolog asal Jerman Paul Baltes dan Margret Baltes menetapkan beberapa kriteria agar seseorang dapat mencapai penuaan sukses, yaitu pandangan dan harga diri positif, memiliki kontrol pada kehidupan sendiri, otonomi atau kemandirian, dan memiliki strategi adapsi efektif dalam menghadapi perubahan situasi.

Menurut definisi Paul dan Margret Baltes, seorang yang telah menjalani proses successful aging tidak selalu dibatasi aktivitas sehari-harinya karena penyakit atau disabilitas. Malah seorang yang mengidap penyakit kronis atau disabilitas justru memiliki strategi lain untuk mencari aktivitas lain demi memaksimalkan energi yang dimiliki.

Perlu diketahui bahwa successful aging bukanlah suatu tahap yang dicapai atau ditemukan di lanjut usia, melainkan sebuah proses dinamis berdasarkan hasil pembelajaran yang didapat lewat perkembangan hidup kita dan menggunakan pelajaran-pelajaran tersebut untuk menghadapi situasi-situasi hari tua sambil menjaga konsep diri yang realistis.

Sampai hari ini, masih banyak teori-teori dari successful aging yang dikeluarkan dari dunia akademis. Namun, secara mendasar definisi yang tertulis merupakan model yang paling sederhana dipahami. Bahkan masih belum ditentukan apabila successful aging sebuah proses atau hasil. Dilansir Forbes, hanya 1% orang yang mencapai titik successful aging.

Warren Buffett sedang meneguk Coca-Cola (Sumber: Business Insider)

Warren Buffet merupakan contoh orang yang telah menua secara sukses. Triliuner umur 86 ini masih rajin minum Coca Cola dan tidak percaya bahwa mengubah dietnya ke “brokoli dan air” dapat memperpanjang hidupnya sampai 100 tahun. Dalam dokumenter HBO, Becoming Warren Buffet, rutinitasnya tiap pagi yakni membeli paket sarapan di McDonald’s lewat drive-thru. Ini bukanlah gaya hidup yang direkomendasikan dokter manapun.

Contoh lain dari seseorang yang telah menjalani successful aging yakni penyanyi  country Dolly Parton yang berumur 74 tahun. Pencipta lagu Jolene itu dikenal menjalani beberapa operasi plastik di wajah dan payudaranya. Ia pun tidak malu dalam membahas hasil operasinya. Saat diwawancarai oleh Craig Ferguson di The Late Late Show 2018 silam, ia bertutur sambil bercanda, “Perlu memakan waktu dan biaya sangat banyak untuk terlihat sebegini murah.”  Dilansir People, Dolly Parton selalu bangun pukul 03.00 dini hari, ditambah ia masih rajin bermain musik dan tur keliling dunia.

Lalu apa yang membuat mereka masih beraktivitas dan senantiasa bahagia di hadapan publik? Dikutip dari Forbes, Warren Buffet mengatribusikan kesejahteraan hidupnya lewat membaca, sekitar 80% dari waktunya setiap hari dihabiskan dengan membaca. Ditambah lagi, ia tidak pernah sekalipun memikirkan untuk pensiun dan sangat mencintai pekerjaannya.

Dolly Parton pun mirip dengan Warren Buffett, ia tidak pernah berpikir untuk pensiun dan senantiasa bekerja. “Saya masih mencari cara untuk bekerja, terus mencari cara agar produktif,” tuturnya. “Saya berharap saya meninggal di tengah-tengah memainkan lagu, semoga lagu saya sendiri.”

Successful aging bukanlah suatu hal yang hanya dapat dicapai oleh orang-orang kaya atau dengan banyak waktu, tetapi hampir semua orang dapat mencapainya. Successful aging harus dimulai dari fokus kepada apa yang penting bagi diri kita sendiri dan dapat melakukan apa yang ingin dilakukan di hari tua nanti. Penuaan seharusnya bukan sesuatu yang kita takuti atau hanya sekedar perubahan di kulit muka saja, melainkan penuaan seharusnya ditanggapi sebagai proses alami yang kita semua akan capai dan siapkan secara matang baik secara kesehatan fisik dan mental.

(Sumber cover: Billboard)