8 Mitos yang Wajib Diketahui Sebelum Kamu Cuci Muka

Dimas Wahyu 2019-07-19

Banyak orang yang memandang rutinitas mencuci muka sebagai hal yang sepele dan mudah dilakukan. Namun, mencuci muka sebenarnya lebih dari sekedar membasahi wajah dan mengusapnya dengan sabun. Membersihkan wajah tidak bisa dilakukan dengan sembarang sabun dan dengan cara yang sembarangan pula. Berikut ini beberapa mitos yang perlu kamu ketahui mengenai ritual mencuci muka yang perlu kamu perhatikan.

Mitos 1: Wash and Go

Untuk mengangkat kotoran dan sisa makeup, tidak bisa dilakukan hanya dengan satu tahap. Setidaknya, ada dua langkah yang harus diikuti. “Bersihkan makeup sebelum membersihkan wajah,” ujar Dr. Jeanine Downie, dermatolog yang berbasis di Montclair, New Jersey. “Banyak cleanser yang tidak dapat mengangkat concealer atau foundation secara menyeluruh, khususnya di bagian mata dan hidung,” lanjutnya.

Agar kotoran di kulit wajah terangkat sempurna, pertama-tama gunakan pembersih wajah oil-based, tisu basah, atau cleansing oil untuk mengangkat sisa-sisa kosmetik dan tabir surya. Kemudian, basuh wajah dengan air hangat, lalu cuci muka dengan face cleanser yang mengandung cocamidopropyl betaine atau caprylic triglyceride, baik dengan jari ataupun handuk basah yang bersih.

Mitos 2: Lebih sering, lebih baik

Para pakar dermatologi setuju, terlalu sering mencuci muka dapat membuat kulit iritasi dan mengurangi kelembapan, sehingga kulit terasa kering. Secara umum, waktu wajib membersihkan wajah ialah pagi dan malam hari atau setelah berolahraga. Untuk kulit wajah sensitif, cukup bersihkan wajah di malam hari.

Mitos 3: Air hangat baik untuk mencuci muka

Seringkali air hangat digunakan sebelum mencuci muka agar pori-pori terbuka, kemudian setelahnya menggunakan air dingin untuk membilas dan menutup pori-pori kembali. Namun, hati-hati dalam mengatur temperatur air untuk mencuci muka. Air yang terlalu panas atau terlalu dingin dapat memperparah masalah kulit, seperti rosacea dan kemerahan.

Mitos 4: Memilih pembersih muka cukup dilihat dari jenis kulit

Memilih pembersih wajah sesuai jenis kulit memang baik, tetapi jangan lupa pula memperhatikan kandungan dalam produk pembersih agar tidak menyebabkan iritasi. Bagi kamu yang memiliki kulit kering, pilih formula yang mengandung moisturizer, glycerin, atau shea butter. Sedangkan untuk kulit berminyak, pilih pembersih berjenis foaming wash agar wajah lebih bersih. American Academy of Dermatology pun menyarankan agar menghindari pembersih yang mengandung alkohol, karena bersifat abrasif terhadap kulit.

Mitos 5: Scrub paling ampuh untuk wajah lebih mulus

Scrub memang dapat membantu pengelupasan kulit mati, tetapi jika terlalu sering dapat membuat kulit menjadi kering. Cleanser yang mengandung salicylic atau glycolic-acid lebih lembut dan jauh lebih efektif dibanding scrub biasa. Bagi kamu yang ingin memakai face scrub, hindari memakainya terlalu sering, cukup tiga kali dalam seminggu atau disesuaikan dengan kondisi kulit.

Mitos 6: Wajib pakai toner

Hati-hati dalam memilih face toner. Hindari face toner yang mengandung alkohol, karena dapat mengikis minyak alami dari kulit wajah. Dr. Doris Day, dermatolog yang berbasis di New York dan penulis Forget the Facelift menyebutkan, kalau pembersih wajah yang kamu gunakan sudah cukup membuat kulit terasa mulus dan mengandung tingkat pH yang seimbang, kamu tidak perlu pakai toner lagi, lho.

Mitos 7: Cuci muka dengan brush dapat membuat kulit lebih glowing dan sehat

Pemakaian brush khusus wajah memang ampuh mengangkat minyak, kotoran, dan kulit mati, serta tidak sekasar face scrub. Namun, tidak disarankan memakai brush setiap kali mencuci muka, khususnya kalau kamu memakai produk dengan retinoid atau acid. Terlalu banyak pengelupasan dapat membuat kulit mengalami pembengkakan.

Mitos 8: Semakin mahal, semakin bagus

Selamatkan dompet kamu dari produk berbahan retino atau antioksidan yang mahalnya minta ampun. Produk pembersih wajah murah-meriah pun sudah banyak yang ampuh mengangkat sisa-sisa kotoran di wajah.

(Foto: RelateMag)