Jangan Tunggu Sampai Expired, Begini Cara Menyimpan Serum Wajah yang Baik dan Benar

Rerre Adysti 2019-06-23

Apa saja produk skincare yang kamu gunakan setiap hari? Pembersih wajah, tentu sudah wajib, untuk membersihkan debu, kotoran, dan sisa-sisa kosmetik yang melekat di kulit. Pelembap, juga perlu, untuk menjaga keseimbangan kadar kelembapan kulit dan menjaganya agar tetap sehat. Lalu, bagaimana dengan serum? Perlukah menggunakan serum setiap hari?

Serum diformulasikan dengan molekul yang lebih kecil dan konsentrasi bahan aktif yang lebih tinggi dibandingkan pelembap, serta memiliki tekstur yang lebih encer dan lebih mudah meresap ke dalam kulit. Karena teksturnya yang lebih cair inilah, serum lebih tepat diaplikasikan sebelum pelembap yang lebih kental dan memerlukan waktu lebih lama untuk meresap. Serum juga berfungsi sebagai booster atau pendorong stimulasi regenerasi sel-sel kulit yang akan mempersiapkan kulit untuk menerima produk perawatan lain.

Menurut pakar kecantikan Julia Kawilarang, keampuhan serum dalam menjaga kesehatan kulit wajah tidak hanya dari pemilihan merek atau bahannya. Cara penyimpanannya pun sangat menentukan kualitasnya. Normalnya, produk serum mengalami kedaluwarsa sekitar 6-12 bulan setelah kemasan dibuka. Namun, jika penyimpanannya kurang diperhatikan, kualitas serum dapat memburuk walau belum tiba waktunya expired.

“Kalau produk skincare lain, seperti pelembap, bisa disimpan di dalam lemari es, serum cukup disimpan di suhu kamar. Menyimpan serum di dalam lemari es bisa mengubah teksturnya,” papar Julia dalam temu media di Gaya Spa, Jakarta, Jumat (21/6). “Menjaga suhu kamar juga sangat penting. Kalau terlalu panas, juga bisa mengubah warna dan tektsur serum.”

Selain tempat penyimpanan, menjaga kebersihan kemasan serum juga tidak kalah pentingnya. Serum yang sudah digunakan beberapa lama akan mengalami penumpukan sisa-sisa cairan di mulut botol. Sisa cairan yang mengendap ini juga dapat berpengaruh terhadap kualitas serum yang masih ada di dalam botol.

“Agar produk serum tetap awet, sebaiknya bersihkan pinggiran mulut botol serum. Jangan sampai ada penumpukan bekas-bekas serum, karena bisa membuat serum cepat busuk,” saran Julia.

Nah, bagaimana caranya untuk mengetahui apakah serum masih berfungsi dengan baik di kulit? Bagi Julia, untuk mengetahui apakah serum berfungsi di kulit dengan baik, yakni dengan merasakan manfaatnya segera. Beberapa jam setelah diaplikasikan di kulit, wajah akan terasa empuk dan lembut. Jika tidak terasa ada perubahan atau wajah justru terasa kaku, berarti serum ini kurang pas bagi kulit kamu.

Mengenai intensitas pemakaian serum, ada yang berpendapat bahwa serum perlu digunakan setiap hari. Bahkan ada pula yang percaya, serum termasuk ke dalam rutinitas setiap kali mengapikasikan skincare, yang berarti dapat dipakai sampai dua kali sehari, yakni pagi dan malam hari. Julia punya saran lain, baginya intensitas pemakaian serum dapat disesuaikan dengan usia.

“Mulai usia 25 tahun, fungsi kulit mulai melemah, sehingga memerlukan pendorong. Pendorong ini salah satunya serum untuk mendorong fungsi kulit kembali lebih aktif. Ditambah lagi untuk orang-orang yang harus mengonsumsi antibiotik untuk keperluan medis, harus pakai serum setiap hari, karena dapat memengaruhi kondisi kulitnya,” tutur Julia.

“Untuk kulit yang sangat sensitif, biasanya ada efek samping kalau terlalu sering pakai serum, tapi umumnya serum diformulasikan untuk mengobati kulit sensitif. Sedangkan untuk kulit yang masih muda, cukup menggunakan serum tiga kali dalam seminggu,” pungkasnya.

(Sumber foto: Adobe Stock)