8 Cara Menghindari Bahaya Zat Kimia pada Cat Rambut

Dimas Wahyu 2018-08-28

Berganti-ganti warna rambut memang seru, tetapi sadarkah Anda akan bahaya yang mengintai dalam produk cat rambut?

Menurut data dari Environmental Working Group (EWG), salah satu zat kimia yang paling beracun dan berbahaya yang terkandung di dalam produk cat rambut ialah para-phenylenediamine (PPD). PPD ditemukan di mayoritas produk pewarnaan rambut, bahkan dalam produk yang dipasarkan dengan embel-embel organik atau natural. Kimia ini berfungsi untuk mengikat warna pada rambut, sehingga tidak mudah luntur saat dicuci.

Fungsi PPD dalam menjaga kualitas produk cat rambut memang besar, tetapi risikonya juga tidak kalah besarnya. Efek jangka pendek dari PPD, di antaranya dermatitis, sesak napas, vertigo, hingga iritasi jika terkena mata. Sedangkan efek jangka panjangnya dapat menyebabkan kanker. Di Inggris, PPD hanya dapat digunakan sebanyak-banyaknya 6% dalam produk kecantikan.

Bagi Anda yang hobi mewarnai rambut, ada beberapa cara yang dapat dicoba untuk menghindari risiko penyakit akibat PPD.

1. Pilih warna yang lebih terang

Cat rambut dengan warna gelap mengandung kadar PPD yang lebih tinggi dibandingkan rambut berwarna terang. Warna yang pekat memerlukan lebih banyak PPD agar tampilan warnanya lebih kuat saat diaplikasikan pada rambut.

2. Warnai rambut jika uban sudah muncul

Cat rambut menjadi metode ampuh untuk menutupi rambut yang memutih, namun pastikan untuk tidak terlalu sering menggunakannya. Hanya oleskan cat rambut jika uban sudah mulai muncul.

3. Beri jeda waktu sebelum mengganti warna rambut

Semakin sering mewarnai rambut, semakin sering pula Anda terpapar PPD. Beri waktu beberapa bulan sampai warna rambut memudar untuk mengecat rambut kembali. Agar cat rambut tidak mudah pudar, rawat rambut dengan lebih telaten, gunakan conditioner secara berkala, kenakan topi jika beraktivitas di luar ruangan, serta hindari berenang agar tidak terpapar zat kimia yang mampu melunturkan warna rambut.

4. Ikuti instruksi pada kemasan cat rambut

Saat ini banyak beredar produk pewarnaan rambut instan yang dapat dilakukan sendiri tanpa bantuan hairstylist di salon. Walau praktis, bukan berarti Anda jadi sembrono dalam mewarnai rambut. Selalu ikuti petunjuk pemakaian dalam kemasan cat rambut, serta gunakan sarung tangan berbahan latex untuk mengurangi paparan cat rambut pada kulit.

5. Jika terjadi reaksi alergi, segera cari bantuan medis

Jangan biarkan reaksi iritasi terjadi begitu saja. Jika terjadi bengkak-bengkak, pusing, atau kesulitan bernapas, segera pergi ke dokter untuk penanganan lebih lanjut. Jika didiamkan, dapat menyebabkan efek jangka panjang.

6. Jangan mengecat rambut saat hamil

Mewarnai rambut dapat berbahaya bagi kesehatan janin. Racun dalam PPD sudah cukup merusak kesehatan Anda, apalagi jika digunakan dalam kondisi hamil. Walau hanya mewarnai ujung-ujungnya saja, lebih baik untuk tidak mengecat rambut sama sekali.

7. Hindari bagian kulit kepala

Metode highlight cenderung lebih aman, karena produk pewarnaannya tidak sampai kulit kepala, sehingga risikonya dapat ditekan. Bagi yang sudah mulai beruban, disarankan untuk hanya mengecat rambut yang beruban dan biarkan bagian rambut lainnya tetap natural agar tidak terlalu banyak terpapar PPD.

8. Gunakan produk yang tidak mengandung PPD

Mencari produk pewarnaan rambut yang tidak mengandung PPD memang cukup sulit, namun jika Anda menemukannya, segera gantikan cat yang lama dengan produk tanpa PPD.

(Sumber foto: Cleveland Clinic)