Modest Fashion Project, Panggungnya Desainer Muda Gagasan Kemenperin

Rerre Adysti 2021-02-26

cover-modest-fashion-project-panggungnya-desainer-muda-gagasan-kemenperin

Sebagai salah satu pusat modest fashion dunia, Indonesia memiliki segudang desainer, termasuk pula bibit-bibit baru yang layak dipertimbangkan di industri mode. Untuk mendukung pengembangan modest fashion di Indonesia, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin) kembali menggelar kompetisi Modest Fashion Project (MOFP).

MOFP adalah kompetisi desain dan konsep bisnis fashion Muslim yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (Ditjen IKMA), Kementerian Perindustrian. Tahun 2021 merupakan kali keempat MOPF digelar, setelah diselenggarakan pertama kalinya pada 2018 lalu.

Diselenggarakan dalam masa pandemi COVID-19, pembukaan MOFP dilakukan secara daring yang ditandai dengan peresmian, talk show, sosialisasi pelaksanaan kompetisi, serta virtual fashion show karya para finalis dan juara MOFP tahun-tahun sebelumnya.

Para juara ini sebelumnya telah melewati program pembinaan dari Ditjen IKMA yang bekerja sama dengan para mentor yang terdiri dari jajaran desainer berpengalaman. Program pembinaan ini juga akan diikuti oleh para peserta yang dinyatakan lolos sebagai finalis 20 besar.

Dirjen IKMA Gati Wibawaningsih dalam keynote speech pada acara Kick Off MOFP 2021, Kamis (25/2), memaparkan para desainer muda membutuhkan sebuah wadah dan panggung untuk dapat meningkatkan kapasitas serta kemampuan diri. Pengembangan iini khususnya sebagai wirausaha di bidang fashion Muslim, serta mempromosikan dan memperkenalkan potensi produk fashion Muslim dalam negeri.

The State Global Islamic Economy Report 2020/2021 melaporkan, konsumsi fashion Muslim dunia tahun 2019 diperkirakan mencapai US$277 miliar, sedangkan konsumsi fashion Muslim dunia pada tahun 2024 yang diperkirakan mencapai US$311 miliar,” papar Gati.

Gati menambahkan, “Sementara konsumsi fashion Muslim Indonesia sendiri pada tahun 2019 adalah senilai US$16 miliar, terbesar kelima di dunia setelah Iran, Turki, Saudi Arabia, dan Pakistan.”

Kemenperin melihat data ini sebagai peluang pasar bagi pelaku industri fashion Muslim nasional untuk mampu mengisi pasar domestik maupun global. Gati menyebutkan, pengembangan fashion Muslim di Indonesia cukup diakui secara global, yang ditandai dengan posisi ketiga dalam daftar negara yang mengembangkan fashion Muslim terbaik di dunia setelah Uni Emirat Arab dan Turki.

Diharapkan kompetisi ini dapat dijadikan batu loncatan bagi teman-teman sekalian para desainer fashion untuk dapat menjadi seorang wirausaha baru di bidang fashion Muslim yang berkualitas dan berdaya saing,” pungkas Gati.

(Foto: dok. Kemenperin)