Rayakan 10 Tahun Berkarya, Ria Miranda Hadirkan Kolaborasi Unik Lintas Industri

Rerre Adysti 2019-10-26

cover-rayakan-10-tahun-berkarya-ria-miranda-hadirkan-kolaborasi-unik-lintas-industri

Satu dekade memantapkan diri sebagai salah satu desainer modest wear papan atas di Indonesia, Ria Miranda menghadirkan selebrasi unik yang dituangkan dalam eksibisi bertajuk “10 Langkah Ria Miranda”. Dalam mengemas pameran ini, Ria menggandeng sejumlah pihak dari berbagai industri berbeda, mulai dari arsitektur, desain grafis, sampai kecanggihan teknologi artificial intelligence (AI).

“Tidak terasa, brand Ria Miranda sudah sampai 10 tahun dan kita justru merasa ini seperti sebuah lembaran baru. Pameran ini sebagai bentuk syukur menghargai waktu dan proses kerjasama tim yang solid, bentuk apresiasi terhadap semua pihak yang menemani langkah perjalanan,” tutur Ria Miranda.

“Pameran ini untuk memberitahu bahwa brand Ria Miranda selalu mengedepankan kolaborasi, komunitas, dan give back to society. Di momen yang istimewa ini, kita berkolaborasi sesama rekan industri kreatif yang akan ditampilkan dalam pameran ini,” imbuh sang desainer.

Pameran yang digelar pada 24 Oktober sampai 1 Desember 2019 di Senayan City, Jakarta, ini dikemas secara apik oleh biro arsite FFFAAARRR yang mengembangkan konsep desain, menentukan sirkulasi alur dan layout eksnnisi, sampai desain instalasi. Lewat rancangan tata ruang dan dekorasi ini, pameran “10 Langkah Ria Miranda” diharap mampu merepresentasikan perjalanan karir dan koleksi rancangan karya Ria.

Inspirasi desain ruang ini juga merujuk dari buku “10 Langkah Ria Miranda” yang grafis informasinya diolah studio desain grafis Nusae. Selain layout buku, Nusae juga merancang berbagai material promosi, seperti leaflet, surat undangan, tas belanja, voucher, template media sosial, sampai poster. Menikmati pameran ini, seolah membuka lembaran demi lembaran dalam buku ini, serta mengarungi setiap tahapan karir yang dilewati Ria selama satu dekade terakhir.

“Bagi kami, kolaborasi ini adalah sebuah pengalaman yang sangat menyenangkan, sebab kami mendapatkan kesempatan untuk dapat bekerjasama dengan berbagai profesional dari lingkup profesi dan latar belakang yang berbeda-beda,” tutur Azalia Maritza selaku Principal Architect FFFAAARRR. “Ke depannya, kami sangat berharap untuk dapat berkolaborasi kembali dengan Ria Miranda, yang tentunya tidak menutup kemungkinan hanya untuk proyek event semata.”

Tidak hanya itu, Ria Miranda juga menghadirkan terobosan dengan berkolaborasi bersama Microsoft Rinna, chatbot berbasis AI yang memiliki kemampuan mempelajari pola dengan neural network dan memahami emosi dalam karya seni dari 236 seniman. Dalam kolaborasi pertama di Indonesia ini, Microsoft Rinna digunakan untuk membantu menghasilkan pola rancangan dalam waktu singkat. Dalam hitungan hari dan jam, Rinna mampu menghasilkan empat scarf denngan berbagai desain.

“Kolaborasi multi disiplin ilmu antar sesama rekan di industri kreatif yang ditampilkan pada pameran ini menjadi hal baru dan menjadi keunikan dalam pameran ini. FFFAAARRR sebagai arsitektur, Nusae sebagai environmental design ngraphic, Ika Putranto sebagai art director, Digital Natv yang membuat instalasi seni, sampai Gema Semesta Studio yang membuat motion graphic, hingga kolaborasi pertama di Indonesia antara fashion dan teknologi bersama Microsoft Rinna,” ungkap Pandu Rosadi selaku Co-founder dan Managing Director label Ria Miranda.

(Sumber cover: dok. Ria Miranda)

TAGS :